Selasa, 28 April 2020


#ibukbercerita

• dua garis merah kedua •
(Penghuni Kedua)


Oh Allah Subhanahuwata'ala
I want to thank you.

Nah!
udah move-on, udah rela dengan apa yang terjadi karena seyogyanya itu semua dari Allah..
seperti biasa, jalani kehidupan berumah tangga dengan hal-hal yang bisa buat bahagia.

Masakin suami. Nungguin suami pulang kerja. Kalau udah pulang kerja pengennya langsung jalan-jalan berdua. Tapi kenyataannya, enakan selonjoran di rumah. Haha.

Tiga bulanan berlalu ..
usaha dan ikhtiar untuk bisa dapetin dua garis merah kedua. 

makan makanan sehat, masak sayur-sayuran yang katanya bisa bikin subur, minum susu biar makin subur, sampai ikhtiar minum serbuk zuriat + madu.

Doa terus pagi siang malam..
Berharap di beri kesempatan dan kepercayaan yang kedua sama Allah.

dan.. sampai saat itu telat (haid) , belum ngomong ini ke mas suami, nunggu beberapa hari sampai seminggu dulu.. 

belum berani untuk testpack, karena ngerasain sensasi apakah keluar dua garis atau satu garis merah itu deg deg an nya luar biasa.

Akhirnya, mantep pengen testpack setelah hitung-hitung telat 2minggu, pergilah beli..

sampai di rumah.. ga langsung coba haha, nunggu besok aja. mas suami greget.
Lah karena hasil testpack nya kudu di tes pagi-pagi kan haha.

Besoknya, pagi-pagi dong coba lah itu testpacknya..

DEG!

DEG!

muncul garis merah pertama , selang beberapa detik muncul yg kedua tapiiiiii samar..

Langsunglah mikir macem-macem, terus coba istighfar.. hmm.. astaghfirullah.. bismillah.. ya Allah..

Kudu di coba besok lagi kayaknya biar makin yaqueen..

***

Positif !

Dua garis merah nya muncul , gak pudar.

Alhamdulillah..
Alhamdulillah..

Bersyukur dan mencoba untuk menahan cerita tentang berita baik ini. Cukup Allah dan mas suami yang tau dulu..

(Karena takutnya kejadian lagi kayak yg pertama , padahal gaboleh ya mikir gitu juga karena semua udah ketetapan dari Allah)

dan.. lanjutnya kita periksa ke dokter, Alhamdulillah penghuni kedua ini sehat walafiat, dan udah berumur 6-7 minggu, bahagia nya luar biasa.

muncul perasaan ingin menjaga , gamau keulang lagi kayak yg pertama.
di jagalah pola makan, pola tidur, pola emosi jiwa ibuk. random. Hehee

dan yang pasti, ibuk selalu selalu berdoa supaya penghuni kedua ini selalu sehat, selalu bahagia dan bisa kerjasama sama ibuknya dari dalam maupun waktu sudah lahir nanti.

Alhamdulillah, sekarang penghuni kedua ini sudah beranjak mau 1,5 tahun umurnya, masa dimana lagi aktifnya + lagi uring-uringan makan nya + lagi ada aja kelakuan barunya yg bikin makin bersyukur sama Allah.

namanya Ghaitsakina ..

semoga selalu menjadi penyejuk hati ibuk dan ayah dengan tentram dan damai.
dan smoga, kita para orangtua selalu dan selalu bisa menjaga dan mendidik putra-putri kita menjadi anak yang Soleh dan Soleha . Aamiinn
Semangat para ibu di dunia ! Bahagia selalu !

Nah,
pernah dengar kata-kata yang manis sekali,
bahagia sekucupnya,
bersedih seperlunya
bersyukur sebanyak-banyaknya❤

MasyaAllah,
semoga kita selalu mengingat Dia Sang Maha Pencipta, setiap detik nafas kita.

Sungguh, bahagia itu secukupnya saja. Karena jika berlebihan, jumawa jadinya. Astaghfirullah..

Sungguh, bersedih itu seperlunya saja. Karena jika berlebihan, kita bisa lupa bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menjelaskannya di dalam Al-Qur'an surah At-Taubah ayat 40 yaitu, 

Laa Tahzan Innallaha Ma'ana (لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا) 

dalam bahasa Arab mempunyai arti "Janganlah kamu bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kita"

MasyaAllah,
dan bersyukurlah sebanyak-banyaknya..

MasyaAllah, bahkan setiap hembusan nafas kita merupakan nikmat yang tiada tara yang sudah Allah berikan. Teringat dengan surah Ar-rahman dimana berkali-kali Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyampaikan..
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰن
ِfa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān
Artinya Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

MasyaAllah, MasyaAllah Alhamdulillah💕

Semoga.. semoga.. InsyaAllah, kita menjadi insan yang selalu ingat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

dan semoga, kita para orangtua selalu dan selalu bisa menjaga dan mendidik putra-putri kita menjadi anak yang Soleh dan Soleha . Aamiinn
Semangat para ibu di dunia ! Bahagia selalu !

Wassalam,
2019
ibuk Ghaitsa-💕

Instagram : riantikakp

https://www.instagram.com/p/B4yiZrdjRJz/?igshid=1bagnhlexe9a0

Facebook : Riantika Kurnia Putri


Kamis, 23 April 2020


#ibukBercerita

• dua garis merah yang kedua •

(Penghuni Pertama)

Menikah lalu hamil itu merupakan impian para wanita kebanyakan.  Memanga yang berkomitmen menunda dulu.

Impian segera hamil setelah menikah memang bukan impian biasa, saya termasuk cepat mendapatkan impian itu.

dan Alhamdulillah waktu itu bahagianya luar biasa, selang 2 bulan setelah menikah, muncul garis dua merah menandakan positif.
terlalu bahagia.

Bersyukur sebanyak-banyak nya tapi.. waktu itu saya seperti lupa diri. terlalu jumawa.
entah, waktu itu Tuhan langsung menegur saya dan suami.

tak perlu lama, berkisar 5-6minggu saya kehilangan penghuni pertama rahim saya.

Awalnya, masih di beri harapan rasanya masih bisa dipertahankan.

bedrest total, rutin minum obat, lakukan semua hal yang bisa menguatkan nya di dalam.
seminggu berlalu, apapun aktivitas hanya di tempat tidur, mulai resah hati.

rasa-rasanya ..
apa iya dia masih kuat di dalam ?
apa iya yang di lakukan sudah benar ?
jika dia bertahan nanti apakah bisa tumbuh berkembang dengan baik ?
banyak sekali pertanyaan, ketakutan dan pikiran-pikiran aneh yang muncul.

Disini, peran mas suami amat sangat menguatkan saya.
mas suami yakin, selalu berpikir positif kalau penghuni pertama ini kuat.

terimakasih mas, saat bedrest benar-benar telaten dan mau ngurusin istrinya. iloveyou!

Saat checkup pertama , kita semangat mau liat penghuni pertama ini. Pergilah .. setelah itu , entah kenapa hati ini ngerasa semua nya cuma buat nyenengin hati aja.
ngerasa kalau yg di lihat itu bukan penghuni pertama , ngerasa udah hilang .

Selang beberapa hari mantapkan hati mau periksa lagi. Tapi di dokter berbeda.

Jleb !

Bener, di cari-cari emang gak ada. Pasrah.
Di luar berusaha senyum aja, kuat gitu. Apalagi depan orangtua.

Awalnya ga langsung bilang , tampak baik-baik aja. Tapii, sempat liat raut wajah Ayah kayak bilang "gapapa , apapun yg terjadi , yang penting kamu nya sehat nak" , ngerasa gitu. 

Sampai di kamar, pecah lah tangis calon ibu ini, sesenggukan depan mas suami, ngerasa bukan calon ibu yang bener, sampai-sampai penghuni pertama aja bisa gak betah di dalam rahim nya.

Mas suami gitu, bilang sabar.. ambil hikmah aja.. belum rejeki nya.. nanti di kasih yang terbaik lagi sama Allah.

Hmm.. sempet sedih beberapa hari , sampai orangtua baru tahu setelah beberapa hari karena gak kuat buat cerita.

Setelah tau, ya gitu.. di bilangin sama kayak mas suami bilang.
Hidup terus berlanjut, larut dalam sedih gak bsia bikin semua balik lagi.

Disini jadi belajar bahwa kehilangan membuatmu sadar apa artinya menjaga.

teruntuk penghuni pertamaku yang di rindu..
benar ..
kehilangan akan membuatmu sadar apa itu artinya menjaga.

saat itu ibuk terlalu bahagia hingga jumawa.
maaf untuk kesalahan ibuk..

terimakasih sudah hadir di rahim ibuk untuk pertama kali nya..

dan tolong, bahagia lah disana..
salam sayang, salam hangat, salam rindu..
dari sini..

dari ibuk - ayah dan adik Ghaitsa 💕
(nak, walalupun kita tidak berjumpa.. walaupun hanya sekitar 6mingguan kamu singgah, sungguh kami menyayangimu)

Wassalam,
2019
ibuk Ghaitsa-💙

(tulisan lama ini, ditulis ulang karena ibuk selalu merindukanmu kak..)

Instagram : riantikakp
https://www.instagram.com/p/B2jchxRDoJx/?igshid=1fz3z2gen0jb6

Facebook : Riantika Kurnia Putri


#ibukbercerita • dua garis merah kedua • (Penghuni Kedua) Oh Allah Subhanahuwata'ala I want to thank you. Nah! udah m...